‘Akal, Agama dan Keadilan Allah.

14th-century depiction of Averroes (detail fro...

14th-century depiction of Averroes (detail from Triunfo de Santo Tomás by Andrea da Firenze) (Photo credit: Wikipedia)

Premis pertama: Keadilan Allah datang setelah datangnya bukti (bayyinah).

Premis kedua: Bayyinah datang dengan keterangan yang jelas dan terang berdasarkan ‘Ilm.

Premis ketiga: ‘Ilm berma’na kedatangan jiwa pada ma’na akan sesuatu.

Premis ke-4 : Bagi manusia, secara intrinsiknya alat yang tersedia baginya adalah ‘akal.

Premis ke-5 : ‘Akal boleh menilai dan menimbang akan sesuatu secara kritis.

Premis ke-6: ‘Akal diibaratkan mata untuk melihat akan sesuatu.

Premis ke-7 : Sedang agama yang didasari wahyu diibaratkan cahaya yang membantu mata melihat akan sesuatu.

Premis ke-8 : Islam adalah sumber cahaya yang absolut dan haq. 

Premis ke-9 : Manusia perlukan bukti (bayyinah) untuk menjustifikasikan sesuatu kebenaran (haq).

Premis ke-10: Dalam proses pembuktian, akan ada langkah yang dikenali sebagai kritikan.

Premis ke-11: Dan yang absolut imun pada kritikan dan akhirnya membuktikan haq itu tetaplah haq.

Jika kita yakin dengan kebenaran Islam, tiada istilah haram mengkritik Islam. Wilayah ketuhanan dan agama bukanlah wilayah yang terlarang bagi ‘Aqal. Yang Haq akan bersinar akhirnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s